3 Tips Memberikan Susu Formula untuk Bayi Usia 2 Bulan

3 Tips Memberikan Susu Formula untuk Bayi Usia 2 Bulan

Walaupun menyusui merupakan pendekatan yang disarankan, nyatanya beberapa ibu mungkin tidak dapat menyusui.  Jika bayi tidak disusui, maka susu formula komersial harus menjadi satu-satunya makanan lain yang diberikan sampai sekitar enam bulan, dan harus dilanjutkan bersama makanan padat hingga 12 bulan.

Tips Memberikan Susu Formula untuk Bayi Usia 2 Bulan

Pemberian susu formula, bagaimanapun, dapat meningkatkan risiko kelebihan berat badan atau obesitas selama masa kanak-kanak.  Oleh karena itu untuk menghindari risiko ini, sangat penting bagi para orangtua untuk mencermati pemilihan susu formula dan metode pemberian makan.

Lalu bagaimana tips memberikan susu formula yang baik bagi bayi usia 2 bulan? Jika Anda masih bingung, ini dia penjelasannya

  1. Pilih Susu Formula dengan Jumlah Protein Terendah

Ada banyak susu formula bayi yang dijual di pasaran.  Namun untuk bayi usia beberapa bulan, hanya sedikit jenis susu yang direkomendasikan.  Satu-satunya rekomendasi yang bisa menjadi acuan untuk menguji keamanan susu adalah nilai kadar proteinnya.

Sebuah uji coba terkontrol di Eropa menemukan bahwa kandungan protein yang lebih tinggi dari susu formula bayi dapat mempengaruhi berat badan yang lebih tinggi anak selama dua tahun pertama kehidupan seorang anak.

Berdasarkan penelitian ini, maka Pedoman Pemberian Makanan Bayi Australia merekomendasikan memilih formula dengan jumlah protein yang lebih rendah.

ASI sendiri mengandung sekitar 1-1.1g protein per 100ml.  Oleh karena itu memilih susu formula bayi dengan kandungan protein dalam kisaran 1,3-2g per 100mml jauh lebih baik dan juga aman bagi kesehatan bayi. Anda juga bisa berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu untuk menentukan takaran jumlah protein yang tepat sesuai dengan kebutuhan anak.

  1. Ikuti Instruksi Persiapan Pembuatan Susu dengan Cermat

Agar keamanan susu terjaga hingga dikonsumsi oleh bayi, maka sangat penting untuk mengikuti instruksi pembuatan yang tertera pada susu formula. Untuk memastikan bahwa susu formula disiapkan dengan benar, Anda bisa mempraktekkan beberapa hal antara lain:

  • Gunakan sendok kanan (yang datang dengan kaleng)
  • Gunakan scoop dengan tingkat ringan yang dikemas (tidak melebihi atau kurang mengisi atau mengemasnya dengan ketat)
  • Tambahkan air terlebih dahulu baru bubuk.
  • Penting juga untuk tidak menambahkan apa pun ke dalam botol.
  • Ketika akan membuat susu formula, ikuti kemauan bayi dan tidak harus bergantung pada jam-jam tertentu.
  1. Kenali Sinyal ‘Lapar’ dari Bayi

Semua bayi, apakah diberi ASI atau susu formula, harus diberi makan "sesuai permintaan".  Yaitu, ketika mereka menunjukkan tanda-tanda lapar (sedang terjaga dan waspada, mulut terbuka, mengisap tangan atau kepalan tangan) dan bukan hanya terpaku oleh jam.

Agar terbiasa dengan isyarat ini, penting untuk menggendong bayi Anda saat menyusuinya.  Jangan sampai Anda meninggalkan bayi meminum susu formulanya sendiri karena sangat tidak direkomendasikan. Hal ini dikarenakan banyaknya bahaya yang akan muncul seperti tersedak, menyebabkan kerusakan gigi, infeksi telinga, penambahan berat badan yang tidak sehat dan gangguan tidur.

Tumbuh kembang anak yang optimal tentu menjadi harapan besar bagi para orangtua. Jenis susu yang diberikan tentu berbeda-beda sesuai dengan usia. Anda bisa berkonsultasi dengan dokter untuk menentukan jenis susu yang tepat untuk anak.

Untuk mencukupi asupan nutrisi pada tubuh anak, Anda juga bisa memberikan susu pertumbuhan terbaik Morinaga Platinum. Menghadirkan berbagai macam nutrisi lengkap seperti AA, DHA, Kolin, zat besi, probiotik, prebiotik, dan omega 6, Morinaga Platinum dapat menjadi pilihan tepat untuk mendukung daya tahan, kecerdasan, dan juga pembentukan tulang dan otot pada anak.