Terkena PHK saat KPR Belum Lunas, Apa yang Bisa Dilakukan?

Terkena PHK saat KPR Belum Lunas, Apa yang Bisa Dilakukan?

Bila saat ini kamu sedang nyaman dengan pekerjaan dan tak masalah dengan cicilan KPR yang ada, kamu jangan senang dulu. Bagaimana bila nanti kamu terkena PHK padahal utang KPR untuk bisa wujudkan rumah imajinasimu belum lunas? Kalau hal ini terjadi pada kamu, ini beberapa hal yang bisa kamu lakukan!

  1. Maksimalkan Pesangon

Meskipun kamu terkena pemutusan hubungan kerja atau PHK, bukan berarti kamu bisa memasrahkan untuk kehilangan segala yang kamu miliki dan tidak mendapatkan apa-apa. Ingatlah, dalam Undang-Undang Ketenagakerjaan yang sekarang berlaku, karyawan yang dikenai PHK berhak diberikan pesangon oleh perusahaan yang melakukan PHK.

Undang-Undang yang mengatur tentang hal ini adalah Undang-Undang Nomor 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan yang menyatakan bahwa besarnya pesangon berkisar antara satu hingga sembilan kali gaji yang diterima per bulan tergantung masa kerja karyawan tersebut.

Jika karyawan yang di-PHK sudah bekerja selama lebih dari delapan tahun di perusahaan tersebut, maka ia berhak mendapatkan pesangon sebesar 9 kali gaji mereka. Nah, itu belum termasuk uang penghargaan masa kerja yang harus diberikan perusahaan kepada karyawan yang di-PHK.

Jadi, kamu masih bisa mendapatkan dana yang lumayan besar. Besaran uang penghargaan masa kerja ini adalah berkisar antara dua hingga sepuluh kali lipat upah pegawai tergantung dari masa kerja mereka. Bila kamu sudah bekerja lebih dari 24 tahun di perusahaan tersebut, maka kamu bisa mendapatkan uang penghargaan hingga 10 kali upah bulanan kamu.

Nah, ketika kamu di-PHK, pastikan HRD di perusahaan membayar semua hak kamu ini. Jika sudah, kamu bisa menggabungkan semua tabungan dan uang pesangon yang didapatkan dari perusahaan untuk melunasi KPR lebih cepat. Namun, jangan lupa untuk menyiapkan dana darurat untuk keluarga dengan besaran 6 kali gaji bulanan untuk keperluan sehari-hari.

  1. Jual Aset

Hal lain yang bisa kamu lakukan bila sudah dapat kredit rumah mudah dengan KPR tapi malah kena PHK di tengah jalan adalah menjual aset. Salah satu tujuan dari menjual aset ini adalah untuk mengumpulkan uang lalu membeli aset yang bisa membantu kamu di masa sulit.

Jika dana pesangon kamu tidak mencukupi untuk melunasi KPR dan pinjaman lainnya, mau tak mau harus mempertimbangkan menjual aset seperti emas, rumah lain yang dimiliki, tanah dan lainnya. Meski nampaknya pahit, namun hal ini perlu dilakukan untuk mencegah kredit macet.

Bila kamu malah mengalami kredit macet, ke depannya kamu malah akan susah baik dari segi psikis maupun ekonomi. Jangan takut kehilangan aset, sebab kamu bisa memperolehnya kembali dengan pekerjaan baru dan keadaan ekonomi kamu bisa membaik. Tentu saja, kamu harus menabung lebih dulu untuk bisa dapatkan aset kamu kembali.

  1. Mengajukan Moratorium

Hal terakhir yang bisa kamu lakukan saat terkena PHK padahal cicilan KPR kamu belum lunas adalah mengajukan moratorium. Mengajukan moratorium kepada bank di mana kamu mengambil KPR bisa dilakukan saat kamu benar-benar merasa tak memiliki dana lain untuk mencicil KPR.

Dalam bidang hukum moratorium, berarti otorisasi legal untuk menunda pembayaran utang atau kewajiban tertentu bisa berlaku selama batas waktu yang sudah ditentukan. Dengan begitu, nantinya bank akan mengkaji ulang apakah kamu memang layak untuk diberikan penundaan pembayaran atas pinjaman KPR tersebut atau tidak.

Namun, ada hal yang harus kamu ingat dalam mengajukan moratorium ini. Beberapa hal tersebut adalah konsep moratorium tidak berlaku sama dengan semua orang. Hal yang diutamakan adalah masyarakat umum berpenghasilan tetap yang KPR-nya masih berjalan.

Selain itu, nasabah yang melakukan moratorium adalah nasabah yang memiliki persyaratan penghasilan tertentu dengan batasan tanggungan klaim mencapai dua tahun. Oleh sebab itu, setiap nasabah bisa jadi memiliki batasan tanggungan klaim yang berbeda untuk masing-masing orang tergantung dari kebijakan bank.

Hal lain yang harus kamu ingat dalam pengajuan moratorium ini adalah oleh karena kamu mengajukannya karena terkena PHK, bukan berarti kamu bisa bebas total dari pembayaran cicilan setiap bulannya. Kamu hanya akan diberikan keringanan bayar dengan moratorium ini. Cara pemberian keringanan ini adalah penundaan pembayaran pokok pinjaman.

Sedangkan untuk bunga, kamu tetap harus membayarnya sesuai dengan cicilan bunga per bulan yang harus kamu bayarkan dengan bantuan subsidi dari pemerintah. Hal lainnya yang harus kamu perhatikan dalam hal ini adalah moratorium bukan berarti utang kamu dihapuskan. Ini hanya berarti kamu menunda pembayarannya saja.

Penundaan pembayaran itu pun memiliki batas waktu yang harus kamu penuhi. Jika pada waktu yang telah ditentukan telah selesai, kamu tetap harus membayar kewajiban utang tersebut sebagaimana sebelumnya. Oleh sebab itu, jika kamu masih memiliki aset atau pesangon yang cukup, tak ada salahnya dijual untuk melunasi sisa KPR yang ada.

Tujuannya tentu saja agar kamu tidak terjerat permasalahan yang berkepanjangan. Ingat, moratorium ini sifatnya hanya menunda saja. Kamu tetap harus membayar apa yang jadi kewajibanmu dengan jumlah yang sesuai ketentuan. Jadi, kamu tetap tak bisa berleha-leha di luar sana meski sudah dikabulkan moratorium yang kamu ajukan.

Untuk bisa wujudkan desain rumah yang bikin relax dan sesuai dengan imajinasimu, ada hal yang harus kamu korbankan. Uang, tentu saja. Namun, kalau sudah kena PHK, kamu tetap harus melakukan berbagai hal agar bisa melakukan pelunasan KPR tersebut. Jika tidak, siap-siap saja kamu akan kehilangan rumah impian yang sudah kamu idamkan lama!