Tipe Financial Consultant Berdasarkan Pekerjaannya

Tipe Financial Consultant Berdasarkan Pekerjaannya

Dilihat dari keterlibatan dalam perusahaan keuangan, terdapat dua tipe financial consultant yaitu Dependent Financial Consultant dan Independent Financial Consultant. Keduanya memiliki syarat dan kriteria yang berbeda-beda.

Dependent Financial Consultant

Tipe perencana keuangan pertama adalah perencana keuangan dependen (tied financial planner). Mungkin anda pernah bertemu dengan agen asuransi, tenaga penjual sekuritas atau bank yang menuliskan jabatan perencana keuangan di kartu namanya. Itu artinya anda sudah pernah bertemu  dengan perencana keuangan dependen atau terikat dengan institusi keuangan tertentu. Mereka pada umumnya akan menjelaskan produk keuangan yang mereka jual.

Jika mereka agen asuransi, mereka akan menawarkan produk-produk asuransi. Jika mereka tenaga penjual sekuritas, mereka akan menawarkan produk-produk investasi, seperti reksadana atau saham. Jika mereka karyawan bank, mereka akan menawarkan deposito, bancassurance atau reksa dana.

Mereka memiliki informasi produk yang lebih update mengenai produk yang mereka jual. Keuntungan yang didapatK dari perencana keuangan dependen yaitu dari gaji tempat mereka bekerja (bank, perusahaan sekuritas) atau komisi atas penjualan produk-produk keuangan (komisi penjualan asuransi, komisi penjualan reksa dana dan lainnya).

Perencana keuangan dependen umumnya tidak menghasilkan rencana keuangan (book plan). Mereka menawarkan produk-produk keuangan yang mereka jual yaitu asuransi, reksa dana, produk-produk perbankan dan lainnya.

Independent Financial Consultant

Tipe financial consultant kedua adalah perencana keuangan independen (independent financial planner). Perencana keuangan yang dependen atau terikat pada perusahaan, umumnya tidak melayani jasa konsultasi perencanaan keuangan. Fokus mereka adalah memberikan solusi keuangan kepada kliennya dengan menggunakan produk-produk yang dijual.

Independen artinya saran yang diberikan semata – mata bertujuan untuk kepentingan klien. Bukan menjual produk atau jasa dari perusahaan atau lembaga tertentu. Analisanya harus objektif sesuai kebutuhan klien. Dalam konsultasi, perencana akan memberikan saran mengenai produk yang sebaiknya diambil oleh klien, misalnya asuransi, reksa dana dan seterusnya.

Perencana keuangan independen adalah perencana keuangan yang tidak terikat dengan perusahaan keuangan tertentu. Jika anda berkonsultasi dengan perencana keuangan independen, maka anda akan mendapat penjelasan dan solusi dari permasalahan atau tantangan keuangan yang sedang dihadapi.

Perencana harus fokus pada kepentingan klien, bukan menjual produk.  Sederhananya, mereka tidak mewakili atau bekerja pada perusahaan keuangan tertentu, seperti asuransi atau reksadana,  tetapi independen.

Independent Atau Dependent Financial Consultant?

Tipe pertama tadi mensyaratkan anda bekerja pada perusahaan asuransi, sekuritas, asset manajemen, dan perbankan. Sedangkan tipe kedua anda bekerja untuk perusahaan jasa perencanaan keuangan milik sendiri atau kerja pada perusahaan jasa perencanaan keuangan orang lain sebagai Financial Consultant. Anda harus cermat memilih menggunakan jasa perencana keuangan independen atau perencana keuangan dependen.

Jika anda membutuhkan solusi perencanaan keuangan keluarga yang khusus dirancang untuk keluarga anda, perencana keuangan independen lebih cocok untukaAnda. Jika anda konsultasi dengan perencana keuangan independen anda akan menerima sebuah buku berisi rencana keuangan keluarga anda.

Jika anda ingin membeli produk keuangan tertentu, misalnya reksa dana A, Anda lebih cocok diskusi dengan perencana keuangan yang ada di bank atau sekuritas yang menjual reksa dana A. Mereka akan lebih tahu berapa fee masuk dan keluar, deposit minimum dan lainnya.

Pastikan untuk memilih financial consultant yang dapat dipercaya baik itu dependen maupun independen. Pasalnya saat dalam proses analisa dan konsultasi, anda harus jujur mengenai kondisi keuangan dan tidak boleh ada yang disembunyikan agar konsultan bisa memberikan analisa dan saran yang akurat agar tidak salah dalam mengambil tindakan.